CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 16 Mei 2013

Kepulanganmu yang Sementara


Aku bosan terus-terusan terjerumus dalam rasa kehilangan. Apalagi jika kamulah penggerak di balik setiap alasan. Aku pun bosan harus memakan kata-kata manismu, hasil pelarian dari pahit yang mampir dalam hidupmu.
Jika ada dia, aku harus sukarela menyingkir. Jika tidak ada dia, aku diharuskan hadir. Pelampiasan atau sebuah permainan? Atau aku yang terlalu bodoh tak bisa melihat batas harapan dan kenyataan?
Kakiku berlari menjauhi titik-titik pencipta luka. Tapi saat aku nyaris mantap untuk pergi dari arenamu, ada saja tarikan-tarikan penggoda untuk tetap disana.
Pada langkah yang hampir terhenti, kamu ada. Pada harap yang perlahan memudar, kamu hadir. Tersisalah aku dengan sebuah keadaan, di mana arah yang semestinya kutuju masih samar. Entah harus terus berjuang atau memang tak perlu keluar sebagai pemenang. Kebahagiaanku masih terombang-ambing, aku terpaksa mengikuti ke manapun ia ditempatkan.
Pada kepulanganmu yang berulang, ada kata selamat tinggal yang siap-siap kembali kujelang. Kata selamat tinggal yang kuharap tak pernah lagi kudengar. Aku ingin kamu tetap di sini, mencipta bahagia dari dua sisi—bukan mencari bahagia kita sendiri-sendiri.
Akankah semua inginku hanya sanggup menjadi angan? Tak bisakah segalanya jadi kenyataan? Sebab rasa ini nyata, namun kedekatan kita hanya sebatas ini saja.
Setelah berperang dengan dirimu yang dirasuki perubahan, akhirnya kamupun pulang. Satu sapa pun bisa merapikan keretakan yang sempat tercipta. Satu senyum yang tulus darimu pun meluluhkan kaki yang nyaris melangkah dengan tekad serius. Angan terus berlanjut, tanpa ada kepastian yang bergelayut.
Seandainya tidak ada dia, apakah kamu akan memperjuangkan kita?Ketidakpastian semakin terlihat jelas, terutama saat percakapanmu dengannya belum berhenti. Aku takut jika nanti tumbuh cinta yang lebih besar lagi. Lalu kapan waktuku untuk menyediakan cinta? Lalu kapan seutuhnya kamu ada buatku?
Mengapa kamu pulang hanya untuk singgah, kemudian justru pergi lagi?
Mengapa kamu ke sini, namun sangat terlihat jelas bahwa dengannya kamu masih jatuh hati?
Sepasang mata ini mengharap temu, kedua tangan ini mendambamu. Sebab kebahagiaan terasa utuh dan sederhana kala kita bersama. Sebab senyuman tak sanggup terkata di saat kita berjumpa. Tidak bisa kamu di sisi untuk selamanya? Lalu tetapkan pilihanmu sehingga tak perlu ada angan yang merasa dimainkan.
Titik akhirnya, memang aku yang harus selalu rela. Datang dan pergimu hanya repitisi percuma yang entah mengapa tetap saja mampu membuat bahagia. Sederhananya, bahagiaku tertitip di kamu. Jika kamu menuju arah yang bukan aku, begitupun bahagiaku menjauh. Entah hingga kapan harus terikat padamu. Sebab jatuh hati ini telah terlanjur, tak mungkin aku bisa mundur.
Izinkan aku membuktikan bahwa hati ini pun berhak disuguhi kesempatan.Dengan ramuan rasa sederhana, aku akan membangunkanmu dari hibernasi lelahnya kepercayaan hati. Aku akan melahapmu separuh, biar kamu tahu ke mana ruang itu kau berikan dengan utuh. Aku menunggu sampai kamu mengandalkanku bukan hanya saat butuh, tapi karena akulah prioritas bahagiamu terisi penuh. Itu bukan keinginan yang muluk-muluk, kan?
Kebahagiaanku kini masih bertumpu pada ketidakpastian. Entah kapan, tapi pasti kita akan bahagia dengan pelengkap pilihan Tuhan. Tapi untuk sekarang, doaku masih menyelipkan namamu sebagai penghantar kebahagiaan.

http://kolaborasirasa.tumblr.com/

No One Will Ever Love Me


Senin, 15 April 2013


No One Will Ever Love Me

I thought..

No one will ever love me.. I mean, love me that much, like guy out there loves his woman with good hair, sophisticated style or simply perfect eyeliner.

No one will ever love me,
cewe manja gembil yang doyan makan, sedikit-sedikit lapar.. Bad mood saat lapar, tapi ngantukan plus mager saat kenyang..


No one will ever love me,
cewe yang lebih milih makai baju senyaman jidatnya. Bukan flatshoes berpita cantik atau heels yang membuat kaki jenjang. Bukan blouse menarik, bukan pula dress mahal.

No one will ever love me,
cewe yang rambutnya ga bisa dielus-elus. Kalimat yang biasa di tweet seperti "Cewe yg lagi iket rambut, atau rambutnya dicepol itu.. seksi" tidak mungkin didapatkan dalam diriku..
No one will ever love me,
yang ga peduli sama trend terkini. Yang cuek aja memakai apapun asal dia nyaman.
No one will ever love me,
yang masih pake tas ransel hingga umurnya menginjak 23 ketika bertugas.


No one will ever love me..


---
Terlalu judgmental rasanya aku,
karena sebetulnya Tuhan itu maha maha baik dan pengertian. Karena dibalik personality setiap umatnya, Tuhan menciptakan satu lagi manusia yang kurang lebih sama seperti dirinya. Jika memang Tuhan tidak menciptakan yang "sama", Tuhan itu menciptakan seseorang yang bisa menerima kekurangan dan kelebihan dirimu secara baik dan sempurna.

Sebut saja, jodoh...
Atau soulmate
Atau Partner..


Bersyukur hingga binar mata susah disembunyikan, karena ternyata benar, Tuhan memang menciptakan seorang manusia yang sama absurdnya, sama anehnya dan sama ga beresnya. :"))) Coba bersabar sejenak, suatu hari ia akan datang, seseorang yang bisa menerima semua kekuranganmu tapi secara ajaib kamu dengan sukarela memperbaiki kekuranganmu untuk membuatnya tetap bertahan. Seseorang yang membuatmu berubah ke arah yang lebih baik, tanpa terpaksa tanpa dipaksa..

Percayalah,
seseorang akan datang, seseorang yang akan membuatmu tanpa perasaan berat dan secara tidak sadar mulai mengganti koleksi Converse Chuck Taylor buluk dengan deretan sepatu cantik khas perempuan seusiamu. Mulai tertarik pada baju-baju model kekinian, mulai mencoba memoleskan kosmetik ke daerah wajah, mulai melirik tas kulit yang modelnya masih sesuai karakter dan kepribadianmu..



Seseorang akan datang, seseorang yang akan membuatmu merasa "diterima" dan "dimengerti" secara utuh. Seseorang yang mampu membangkitkan sisi lain dirimu, sisi yang selama ini dormant, sisi yang selama ini tidak pernah tersentuh. Ya, sisi feminine dan naluri kewanitaan yang maksimal..



Seseorang akan datang, seseorang yang tidak mempermasalahkan warna kulitmu, panjang alismu atau model rambutmu. Seseorang yang melihat kekuranganmu sebagai hal yang tidak perlu dikhawatirkan, seseorang yang melihatmu "hebat".

dan tentu saja,
seseorang yang bisa membuatmu berubah, tanpa sedikitpun ada keterpaksaan didalamnya. :)

---


Well,
kalau untuk berubah dia harus setengah mati disuruh olehmu,
dia bukan untukmu :)


Karena sungguh,
berubah itu datangnya dari dalam diri,
berubah, ke arah lebih baik tanpa kehilangan siapa diri kamu sesungguhnya. :'D

http://doctorbebek.blogspot.com/