Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 19 Oktober 2010
Fosil penguin sebesar manusia ditemukan
Fosil spesies penguin yang memiliki tinggi 150 cm ditemukan di Peru pada tahun 2007--tapi baru hari ini diumumkan. Penguin yang mendapat julukan "raja air" itu diperkirakan hidup 36 juta tahun yang lalu.
Sebagai pembanding, penguin terbesar saat ini hanya memiliki tinggi 120 cm. Selain tinggi, warna penguin raksasa yang ditemukan berbeda dengan penguin sekarang. Para peneliti di laboratorium mendapati bulu sayap dan bulu tubuh. "Warna pada ujung sayap adalah abu-abu dan bagian bawah sayap berwarna cokelat kemerahan," jelas pemimpin stud Julia Clarke yang juga seorang ahli purbakala dari University of Texas, Austin.
Para peneliti mengaku terkejut mendapati warna cokelat dan abu-abu pada tubuh penguin. "Penguin yang kami temui ini telah dewasa sehingga adanya warna cokelat dan abu-abu ini mengejutkan bagi kami," ujar Dan Ksepka, ahli burung purbakala dari North Carolina State University yang turut terlibat dalam studi. Meski demikian, Ksepka mengakui kalau para peneliti belum bisa menentukan warna seluruh tubuh dengan pasti karena tak memiliki cukup bulu.
Berenang dalam tuksedo?
Kenapa penguin berubah warna menjadi hitam dan putih? Clarke beranggapan kalau perubahan warna itu mungkin merupakan upaya kamuflase, agar para pemangsa penguin, seperti anjing laut, yang berada di bawah air tidak dapat melihat penguin karena tersamar oleh langit. Sementara pemangsa yang ada di langit melihat warna hitam di punggung penguin sebagai lubang di permukaan.
Akan tetapi, ada bukti melanosome (bagian sel yang mengandung melanin) yang menunjukkan kalau perubahan warna itu merupakan efek samping gaya hidup penguin di dalam air. Penguin raksasa ini memiliki melanosome mirip dengan melanosome milik burung lain yang berwarna cokelat kemerahan. Tapi, paket pigmen yang ada di dalamnya sangat berbeda dengan penguin modern.
Para peneliti memperkirakan kalau perubahan melanosome itu membuat bulu penguin semakin kuat, membuat sayap mereka keras dan kaku sehingga lebih kuat untuk berenang. "Sepertinya perubahan melanosome itu tidak berdampak langsung pada warna penguin," kata Clarke. "Perubahan warna mungkin juga disebabkan oleh perubahan lingkungan yang belum kita ketahui," tambahnya.
Label:
Arkeologi
Ditemukan, Kehidupan Purba di Dasar Laut
Beberapa ilmuwan Australia menemukan kehidupan laut prasejarah yang aneh pada ratusan kilometer di bawah Great Barrier Reef.
Kapal batu bara China Shen Neng 1 mengoyak luka sepanjang tiga meter di terumbu karang tersebut ketika kapal itu kandas sewaktu berusaha mengambil jalan pintas pada 3 April. Akibat peristiwa tersebut, berton-ton minyak tersebar di lahan pembiakan dan suaka alam terkenal itu.
Hal itu ditemukan ketika digelar misi yang tak pernah dilakukan sebelumnya, yaitu mendokumentasikan spesies yang terancam akibat pemanasan samudra.
Kehidupan purba itu berupa ikan hiu purba, ikan raksasa yang mengandung minyak ikan, kumpulan hewan berkulit keras, dan spesies cumi-cumi primitif dalam tempurung (nautilus) yang ditangkap kamera dari jauh di Osprey Reef.
Pemimpin peneliti Justin Marshall, Kamis (15/7/2010), mengatakan, timnya juga telah menemukan beberapa spesies ikan yang tak dikenal, termasuk "ikan hiu prasejarah enam insang".
Temuan itu berkat penelitian menggunakan kamera khusus yang sensitif terhadap cahaya suram dan dirancang untuk menjaring dasar samudra.
"Sebagian hewan yang telah kami saksikan adalah jenis yang kami perkirakan, sebagian lagi tak kami duga, dan sebagian hewan itu belum kami identifikasi," kata Marshall dari University of Queensland.
"Ada ikan hiu yang benar-benar tidak kami duga, yang mirip false cat shark, yang sungguh-sungguh memiliki sirip belakang yang aneh," kata Marshall sebagaimana dikutip kantor berita Perancis, AFP.
Tim tersebut menggunakan kepala tuna di ujung tongkat untuk menarik perhatian semua hewan itu, yang hidup jauh di bawah jangkauan cahaya.
Marshall mengatakan penelitian tersebut telah jadi makin mendesak akibat tumpahan minyak baru-baru ini yang memengaruhi Great Barrier Reff" yang terdaftar sebagai warisan dunia, dan meningkatnya ancaman terhadap keragaman hayatinya akibat pemanasan dan oksidasi samudra di dunia.
"Salah satu yang ingin kami lakukan dengan meneliti kehidupan di laut dalam ialah menemukan apa yang ada di sana, sebelum kita menghapuskannya," kata Marshall.
"Kami memang tidak mengetahui kehidupan apa yang ada di bawah sana, dan kamera kami sekarang dapat merekam perilaku dan kehidupan di biosfer terbesar Australia, laut dalam tersebut," katanya.
Para ilmuwan sudah memperingatkan bahwa daya tarik areal seluas 345.000 kilometer persegi itu menghadapi ancaman serius karena pemanasan global dan habisnya bahan kimiawi mengancam akan membunuh spesies laut dan mengakibatkan penyebaran penyakit.
Kapal batu bara China Shen Neng 1 mengoyak luka sepanjang tiga meter di terumbu karang tersebut ketika kapal itu kandas sewaktu berusaha mengambil jalan pintas pada 3 April. Akibat peristiwa tersebut, berton-ton minyak tersebar di lahan pembiakan dan suaka alam terkenal itu.
Sebanyak 200.000 liter bahan bakar berat tersembur ke perairan di sebelah selatan terumbu karang tersebut pada Maret, ketika beberapa kapal peti kemas yang dipenuhi pupuk jatuh dari Pacific Adventurer, yang berbendera Hongkong, selama amukan badai. Lambung kapal itu bolong.
Ini peristiwa minyak tumpah terburuk yang pernah dialami Australia. Marshall mengatakan, kamera penelitian sekarang akan dikirim ke Teluk Meksiko, yang menghadapi kebocoran minyak, untuk memantau dampak kebocoran minyak terhadap kehidupan laut di sana.
Label:
Arkeologi
Fosil Bayi Mammoth Mengandung Susu dan Feses
Penemuan fosil bayi mammoth yang nyaris utuh di bawah lapisan es dekat Kutub Utara masih menyisakan kejutan baru. Analisis terakhir yang dilakukan menemukan residu susu dan feses di dalam ususnya.
Baik susu maupun feses tersebut mungkin berasal dari induk bayi mammoth yang diberi nama Lyuba oleh para ilmuwan itu. Feses mungkin diberikan induknya agar bayi mammoth memperoleh bakteri baik yang berguna dalam sistem pencernaannya. Kebiasaan ini umum dilakukan anakan hewan pemakan tumbuh-tumbuhan saat ini.
Selain susu dan feses, para ilmuwan yang menelitinya juga memastikan bahwa tumpukan lemak yang tebal ditemukan di belakang leher Lyuba. Pada hewan-hewan mamalia tertentu, punuk berlemak bermanfaat menghasilkan panas tubuh yang dibutuhkan selama beberapa bulan sejak kelahiran.
"Residu susu yang ditemukan pada analisis terakhir, ditambah punuk yang berlemak di belakang lehernya, mengindikasikan bahwa bayi mammoth ini sehat dan mendapat asupan makanan cukup," ujar Daniel Fisher, salah satu ilmuwan dari Universitas Michigan yang menelitinya.
Menurutnya, Lyuba merupakan fosil pertama yang mati dalam kondisi utuh dan sehat. Sebelumnya, para ilmuwan menemukan sejumlah fosil mammoth, tetapi tidak lengkap atau diperkirakan mati karena kelaparan.
Penemuan tersebut akan membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut makanan dan perilaku mammoth. Analisis tambahan terhadap gigi dan bagian tubuh lainnya juga akan mengungkap penyebab punahnya mammoth sekitar 10.000 tahun lalu.
Lyuba diperkirakan mati 40.000 tahun lalu karena terperosok lumpur di dekat sungai. Fosilnya ditemukan dua tahun lalu di Siberia, Rusia.
Label:
Arkeologi
Sekali terbang, pterosaurus tempuh 16.000 km
Pterosaurus raksasa dapat menempuh jarak 16.000 kilometer dalam sekali perjalanan. Jarak itu, menurut para ahli purbakala di Chatham University di Pittsburgh, Amerika Serikat, dihitung berdasarkan ukuran dan bentuk sayap, massa tubuh, serta jumlah lemak yang mereka miliki.
Pterosaurus raksasa bisa setinggi jerapah. Sayap mereka, ketika dibentangkan, bisa mencapai panjang 10 meter. Massa tubuh mereka bisa mencapai 200 kilogram.
"Saat terbang, mereka cuma mengepakkan sayap selama beberapa menit, kemudian mereka mengandalkan angin dan udara hangat untuk terbang. Sayap dikepakkan beberapa menit lagi beberapa saat kemudian," jelas Michael Habib, salah seorang ahli purbakala yang terlibat dalam penelitian. Habib juga menyebutkan kalau dalam sekali perjalanan, pterosaurus bisa membakar lemak sebanyak 72 kilogram.
Temuan ini berlawanan dengan anggapan yang sudah ada yang menyebutkan kalau pterosaurus sulit terbang akibat massa tubuh yang besar. Quetzalcoaltus northrop, pterosaurus besar yang hidup di Texas, Amerika Serikat, 70 juta tahun yang lalu memiliki berat 200 kilogram. Para ilmuwan memercayai kalau raksasa itu tidak bisa terbang, hanya bisa melayang setelah melompat dari tebing atau pohon yang tinggi.
"Seperti kalelawar saat ini, pterosaurus harus menggunakan keempat tungkainya untuk melompat sebelum mengepakkan sayap untuk terbang," jelas Habib lebih lanjut.
"Secara umum, temuan baru ini membuat kita tahu lebih jauh tentang pterosaurus," kata Alexander Kellner, ahli pterosaurus dari Brazil. Meski demikian, ia ragu akan hasil studi tersebut. "Ada beberapa struktur tubuh pterosaurus yang masih misteri," katanya. Kellner memberi contoh dengan pterosaurus di China yang memiliki sayap dengan lapisan serat yang komposisinya belum diketahui. "Yang jelas, berhubungan dengan kemampuan terbang," ujar Kellner lewat e-mail-nya kepada National Geographic News.
Jika perhitungan Habib benar, pterosaurus bisa terbang lintas benua sehingga rumah mereka bukan lagi di suatu daerah. Rumah mereka adalah Bumi ini. "Ilmuwan harus mengubah cara pikir mereka tentang distribusi pterosaurus," kata Habib.
Pterosaurus raksasa bisa setinggi jerapah. Sayap mereka, ketika dibentangkan, bisa mencapai panjang 10 meter. Massa tubuh mereka bisa mencapai 200 kilogram.
"Saat terbang, mereka cuma mengepakkan sayap selama beberapa menit, kemudian mereka mengandalkan angin dan udara hangat untuk terbang. Sayap dikepakkan beberapa menit lagi beberapa saat kemudian," jelas Michael Habib, salah seorang ahli purbakala yang terlibat dalam penelitian. Habib juga menyebutkan kalau dalam sekali perjalanan, pterosaurus bisa membakar lemak sebanyak 72 kilogram.
Temuan ini berlawanan dengan anggapan yang sudah ada yang menyebutkan kalau pterosaurus sulit terbang akibat massa tubuh yang besar. Quetzalcoaltus northrop, pterosaurus besar yang hidup di Texas, Amerika Serikat, 70 juta tahun yang lalu memiliki berat 200 kilogram. Para ilmuwan memercayai kalau raksasa itu tidak bisa terbang, hanya bisa melayang setelah melompat dari tebing atau pohon yang tinggi.
"Seperti kalelawar saat ini, pterosaurus harus menggunakan keempat tungkainya untuk melompat sebelum mengepakkan sayap untuk terbang," jelas Habib lebih lanjut.
"Secara umum, temuan baru ini membuat kita tahu lebih jauh tentang pterosaurus," kata Alexander Kellner, ahli pterosaurus dari Brazil. Meski demikian, ia ragu akan hasil studi tersebut. "Ada beberapa struktur tubuh pterosaurus yang masih misteri," katanya. Kellner memberi contoh dengan pterosaurus di China yang memiliki sayap dengan lapisan serat yang komposisinya belum diketahui. "Yang jelas, berhubungan dengan kemampuan terbang," ujar Kellner lewat e-mail-nya kepada National Geographic News.
Jika perhitungan Habib benar, pterosaurus bisa terbang lintas benua sehingga rumah mereka bukan lagi di suatu daerah. Rumah mereka adalah Bumi ini. "Ilmuwan harus mengubah cara pikir mereka tentang distribusi pterosaurus," kata Habib.
Label:
Arkeologi
Senin, 18 Oktober 2010
Di Bawah Laut Hitam Ada Sungai Besar
Sebuah sungai raksasa, yang bahkan layak dinobatkan sebagai sungai keenam terbesar di dunia baru-baru ini ditemukan oleh ilmuwan Inggris. Yang luar biasa, sungai ini ditemukan di dasar Laut Hitam, sebuah laut dalam antara Eropa tenggara dan Asia Kecil.
Para ilmuwan dari Leeds University mengerahkan kapal selam robot untuk meneliti dan memindai dasar laut di dekat Turki itu. Seperti halnya di daratan, sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras air, dan bahkan air terjun.
Sungai yang ditemukan di dasar Laut Hitam, memiliki kedalaman 115 kaki dan lebarnya lebih dari setengah mil. Jika berada di daratan, para ilmuwan memperkirakan, perairan yang ditemukan di Laut Hitam, adalah sungai keenam terbesar di dunia, dalam hal jumlah air yang mengalir. Aliran air, yang membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dari Sungai Thames di Inggris.
Penemuan ini akan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut, yang jauh dari perairan kaya nutrisi karena jauh dari tanah. Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi.
Saluran di Laut Hitam, meskipun jauh lebih kecil, adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai di bawah air.
Tidak seperti parit laut, yang formasi geologi yang terbentuk pada bagian terdalam dari laut akibat pergerakan lempeng tektonik, saluran sungai berkelok-kelok di dasar laut dibentuk melalui proses pengikisan endapan lumpur.
Para ilmuwan dari Leeds University mengerahkan kapal selam robot untuk meneliti dan memindai dasar laut di dekat Turki itu. Seperti halnya di daratan, sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras air, dan bahkan air terjun.
Sungai yang ditemukan di dasar Laut Hitam, memiliki kedalaman 115 kaki dan lebarnya lebih dari setengah mil. Jika berada di daratan, para ilmuwan memperkirakan, perairan yang ditemukan di Laut Hitam, adalah sungai keenam terbesar di dunia, dalam hal jumlah air yang mengalir. Aliran air, yang membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dari Sungai Thames di Inggris.
Ini adalah satu-satunya sungai bawah laut aktif yang ditemukan. Letaknya di Selat Bosphorus yang mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam. Aliran air sungai bawah tanah itu disebabkan perbedaan kadar garam. Ini menyebabkan air Mediterania mengalir seperti sungai, yang menciptakan alur-alur dan genangan yang dalam.
Penemuan ini akan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut, yang jauh dari perairan kaya nutrisi karena jauh dari tanah. Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi.
Saluran di Laut Hitam, meskipun jauh lebih kecil, adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai di bawah air.
Tidak seperti parit laut, yang formasi geologi yang terbentuk pada bagian terdalam dari laut akibat pergerakan lempeng tektonik, saluran sungai berkelok-kelok di dasar laut dibentuk melalui proses pengikisan endapan lumpur.
Label:
Arkeologi
Ditemukan, Jaring Laba-laba Tertua
Jaring halus laba-laba yang dibuat sekitar 140 juta tahun lalu ditemukan terawetkan dalam batu ambar. Jaring yang ditemukan di Sussex, Inggris, itu terawetkan saat getah damar menggenanginya sebelum mengeras dan membatu. Dalam batu yang sama ditemukan juga sisa tanaman, kotoran serangga, dan mikroba purba.
"Ini adalah jaring laba-laba paling tua yang pernah ditemukan menurut catatan fosil kami," ujar peneliti Martin Brasier dari Universitas Oxford, Sabtu (31/10).
Brasier dan rekan-rekannya memanfaatkan teknik komputerisasi yang disebut confocal microscopy untuk merekonstruksi kembali dan meneliti jaring tersebut beserta simpulnya. Beberapa hal, termasuk simpul yang disambung menggunakan cairan lengket, menunjukkan bahwa jaring tersebut dibuat oleh laba-laba yang berkerabat dengan laba-laba kebun modern.
"Laba-laba ini juga meletakkan cairan lengket di sepanjang jaringnya untuk memerangkap mangsa mereka," kata Brasier. "Sisa-sisa cairan lengket itu ikut terawetkan dalam batu ambar.
Analisis mengenai jaring tersebut juga memberi petunjuk tentang makanan laba-laba. Saya kira, berdasar bentuk jaringnya, hewan ini memangsa serangga terbang, seperti lalat dan nenek moyang lebah, tawon, serta kumbang," kata Brasier.
Tahun 2006, para peneliti menemukan jaring laba-laba yang juga terawetkan dalam batu ambar. Usianya sekitar 136 juta tahun.
"Ini adalah jaring laba-laba paling tua yang pernah ditemukan menurut catatan fosil kami," ujar peneliti Martin Brasier dari Universitas Oxford, Sabtu (31/10).
Brasier dan rekan-rekannya memanfaatkan teknik komputerisasi yang disebut confocal microscopy untuk merekonstruksi kembali dan meneliti jaring tersebut beserta simpulnya. Beberapa hal, termasuk simpul yang disambung menggunakan cairan lengket, menunjukkan bahwa jaring tersebut dibuat oleh laba-laba yang berkerabat dengan laba-laba kebun modern.
"Laba-laba ini juga meletakkan cairan lengket di sepanjang jaringnya untuk memerangkap mangsa mereka," kata Brasier. "Sisa-sisa cairan lengket itu ikut terawetkan dalam batu ambar.
Analisis mengenai jaring tersebut juga memberi petunjuk tentang makanan laba-laba. Saya kira, berdasar bentuk jaringnya, hewan ini memangsa serangga terbang, seperti lalat dan nenek moyang lebah, tawon, serta kumbang," kata Brasier.
Tahun 2006, para peneliti menemukan jaring laba-laba yang juga terawetkan dalam batu ambar. Usianya sekitar 136 juta tahun.
Label:
Arkeologi
Ditemukan Piramida Raksasa Di Dasar Laut Bermuda
Belum lama ini beberapa ilmuwan Amerika, Perancis dan negara lainnya pada saat melakukan survei di area dasar laut Segitiga Bermuda, Samudera Atlantik, menemukan sebuah piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang yang berada dibawah ombak yang menggelora! Panjang sisi dasar piramida ini mencapai 300 meter, tingginya 200 meter, dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter.
Jika bicara tentang ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat. Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, kemudian menggulung ombak yang mengamuk dengan membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan disekitar menimbulkan ombak yang dahsyat nan menggelora serta halimun pada permukaan laut. Penemuan terbaru ini membuat para ilmuwan takjub.
Bagaimanakah orang dulu membangun piramida dan hidup didasar laut dengan lautnya yang gemuruh menggelora? Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat diatas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan tenggelam ke dasar laut seiring dengan perubahan di darat. Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda mungkin pernah sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka.


Ada juga yang curiga bahwa Piramida mungkin sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya, dia (Piramida) bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui dan struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.
Benarkah demikian? Master Li Hongzhi dalam buku Zhuan Falun mempunyai penjelasan tentang penemuan peradaban prasejarah sebagai berikut ;
“Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental’. Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai sekarang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang, sudah bersejarah puluhan juta tahun.
Namun dibanyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah, dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut.” Dipandang dari sudut ini, misteri asal mula Piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan.
source:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5354559
Jika bicara tentang ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat. Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, kemudian menggulung ombak yang mengamuk dengan membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan disekitar menimbulkan ombak yang dahsyat nan menggelora serta halimun pada permukaan laut. Penemuan terbaru ini membuat para ilmuwan takjub.
Bagaimanakah orang dulu membangun piramida dan hidup didasar laut dengan lautnya yang gemuruh menggelora? Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat diatas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan tenggelam ke dasar laut seiring dengan perubahan di darat. Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda mungkin pernah sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka.
Ada juga yang curiga bahwa Piramida mungkin sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya, dia (Piramida) bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui dan struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.
Benarkah demikian? Master Li Hongzhi dalam buku Zhuan Falun mempunyai penjelasan tentang penemuan peradaban prasejarah sebagai berikut ;
“Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental’. Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai sekarang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang, sudah bersejarah puluhan juta tahun.
Namun dibanyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah, dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut.” Dipandang dari sudut ini, misteri asal mula Piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan.
source:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5354559
Label:
Arkeologi
Tanaman Tertua Berusia 472 Juta Tahun
Para ilmuwan menemukan fosil tanaman tertua di dunia yang diperkirakan berusia 472 juta tahun di Argentina.
Fosil itu adalah tanaman lumut hati, sebuah spesies sederhana yang tidak memiliki akar atau batang. "Kemungkinan tanaman ini adalah nenek moyang semua tanaman," kata Dr Rubeinstein dari Departemen Paleontologi di Argentine Institute of Snow, Ice and Environmental Research in Mendoza, Argentina.
Menurut dia, lumut hati adalah salah satu spesies tanaman tertua karena memiliki spora yang sangat sederhana, yang disebut cryptospores. Tanaman yang diperkirakan telah berevolusi dari alga ini ditemukan di kawasan Sierras Subandinas, sebelah barat laut Argentina.
Sebelum penemuan fosil lumut hati ini, para ilmuwan menobatkan spesies tanaman dari Arab Saudi dan Republik Ceko sebagai tanaman tertua di dunia dengan usia 462 juta tahun.
Fosil itu adalah tanaman lumut hati, sebuah spesies sederhana yang tidak memiliki akar atau batang. "Kemungkinan tanaman ini adalah nenek moyang semua tanaman," kata Dr Rubeinstein dari Departemen Paleontologi di Argentine Institute of Snow, Ice and Environmental Research in Mendoza, Argentina.
Menurut dia, lumut hati adalah salah satu spesies tanaman tertua karena memiliki spora yang sangat sederhana, yang disebut cryptospores. Tanaman yang diperkirakan telah berevolusi dari alga ini ditemukan di kawasan Sierras Subandinas, sebelah barat laut Argentina.
Sebelum penemuan fosil lumut hati ini, para ilmuwan menobatkan spesies tanaman dari Arab Saudi dan Republik Ceko sebagai tanaman tertua di dunia dengan usia 462 juta tahun.
Label:
Arkeologi
Sepuluh Bangunan Berkonstruksi Menakjubkan
Arsitek kondang, Cecil Balmond mengkategorikan sepuluh bangunan menjadi bangunan berkonstruksi paling menakjubkan sepanjang masa. Berikut bangunan yang menurut Deputy Chairman dari sebuah perusahaan pembangunan terbesar, Arup ini paling menakjubkan.
1. Jembatan Millau
Jembatan Millau ini dikenal sebagai "Jembatan Tertinggi di Dunia". Dengan tinggi tiang beton hingga 800 kaki, jembatan ini seolah diangun di atas awan dan melintasi lembah sungai Tarn, Perancis selatan.
Menurut Balmond, jembatan yang lebih tinggi dari Menara Eiffel ini memiliki desain yang berani dan membutuhkan teknik penghitungan tersendiri karena berisiko tinggi.
2. Kubah Brunelleschi
Brunelleschi's Dome di Italia ini dibangun pada abad 15, tepatnya antara 1420-1436 Masehi. Kubah katedral Florence ini memiliki ketinggian lebih dari 140 kaki dengan konstruksi tanpa kerangka yang mendukung. Arsiteknya Filippo Brunelleschi menemukan cara yang sama sekali baru tentang berbagi beban sekitar kubah sehingga tidak akan retak.
3. Hagia Sophia
Hagia Sophia di Istanbul, Turki adalah tempat ibadah terbesar selama seribu tahun. Pembangunan kubah pada Hagia Sophia ini merupakan penemuan konsep transfer beban tidak langsung.
4. Delta Belanda
Banjir yang menewaskan 1.800 orang di Belanda pada 1953 tampaknya memberi pelajaran berharga bagi negeri kincir angin itu. Pemerintah memutuskan memblokir muara tertentu yang mengarah ke Antwerp dan Rotterdam.
5. Piramida Khufu
Selama hampir 4.000 tahun, Piramida Khufu adalah bangunan tertinggi di dunia sampai Katedral Lincoln dibangun pada sekitar 1300 Masehi.
6. "Selokan" Bazalgette
"Selokan" Bazalgette di London dibangun oleh Sir Joseph Bazalgette pada 1850. Sebagai chief engineer dari Dewan Metropolitan London, dia membangun saluran pembuangan air primer sepanjang 83 mil, 1.100 mil selokan jaman dan 13.000 mil untuk saluran pembungan air yang lebih kecil. Uniknya, semua saluran pembuangan itu dibuat di dalam tanah.
7. Colosseum
Colosseum yang dibangun di Roma memiliki empat lantai diatas tanah dan tiga di bawah tanah. Semuanya membentuk lengkungan yang ditumpuk satu sama lain dan mampu menampung hingga 50 ribu pengunjung.
8. Terowongan Channel
Konsepnya ingin menghubungkan dua negara. Ini merupakan ide yang luar biasa dengan membuat rel dengan panjang 67 mil dan dapat dilalui kereta berkecepatan tinggi. Terowongan ini menghubungkan selatan London dan Kent - Taman Inggris, Denmark ke Swedia, dan Macao ke Cina.
9. Terusan Panama
Terusan Panama sepanjang 48 mil atau 82 kilometer ini dibangun pada 1904-1914. Kanal yang menghubungkan Atlantik dan Pasifik ini membuat waktu tempuh kapal laut lebih cepat karena tidak perlu memutar lewat ujung selatan Amerika Selatan.
10. Burj Khalifa
Khalifa Burj adalah sebuah bangunan di Dubai dengan ketinggian 2.700 kaki. Bangunan ini memiliki sebuah inti yang menjadi pusat dan menopang seluruh bagian gedung.
Pembangunan gedung tersebut memperhitungkan efek primer dan efek sekunder. Efek primer seperti berat atau bobot bahan-bahan dan angin, sementara efek sekunder meliputi perubahan suhu, kelembaban, dan deformasi bawah beban.
1. Jembatan Millau
Jembatan Millau ini dikenal sebagai "Jembatan Tertinggi di Dunia". Dengan tinggi tiang beton hingga 800 kaki, jembatan ini seolah diangun di atas awan dan melintasi lembah sungai Tarn, Perancis selatan.
Menurut Balmond, jembatan yang lebih tinggi dari Menara Eiffel ini memiliki desain yang berani dan membutuhkan teknik penghitungan tersendiri karena berisiko tinggi.
2. Kubah Brunelleschi
Brunelleschi's Dome di Italia ini dibangun pada abad 15, tepatnya antara 1420-1436 Masehi. Kubah katedral Florence ini memiliki ketinggian lebih dari 140 kaki dengan konstruksi tanpa kerangka yang mendukung. Arsiteknya Filippo Brunelleschi menemukan cara yang sama sekali baru tentang berbagi beban sekitar kubah sehingga tidak akan retak.
3. Hagia Sophia
Hagia Sophia di Istanbul, Turki adalah tempat ibadah terbesar selama seribu tahun. Pembangunan kubah pada Hagia Sophia ini merupakan penemuan konsep transfer beban tidak langsung.
4. Delta Belanda
Banjir yang menewaskan 1.800 orang di Belanda pada 1953 tampaknya memberi pelajaran berharga bagi negeri kincir angin itu. Pemerintah memutuskan memblokir muara tertentu yang mengarah ke Antwerp dan Rotterdam.
5. Piramida Khufu
Selama hampir 4.000 tahun, Piramida Khufu adalah bangunan tertinggi di dunia sampai Katedral Lincoln dibangun pada sekitar 1300 Masehi.
6. "Selokan" Bazalgette
"Selokan" Bazalgette di London dibangun oleh Sir Joseph Bazalgette pada 1850. Sebagai chief engineer dari Dewan Metropolitan London, dia membangun saluran pembuangan air primer sepanjang 83 mil, 1.100 mil selokan jaman dan 13.000 mil untuk saluran pembungan air yang lebih kecil. Uniknya, semua saluran pembuangan itu dibuat di dalam tanah.
7. Colosseum
Colosseum yang dibangun di Roma memiliki empat lantai diatas tanah dan tiga di bawah tanah. Semuanya membentuk lengkungan yang ditumpuk satu sama lain dan mampu menampung hingga 50 ribu pengunjung.
8. Terowongan Channel
Konsepnya ingin menghubungkan dua negara. Ini merupakan ide yang luar biasa dengan membuat rel dengan panjang 67 mil dan dapat dilalui kereta berkecepatan tinggi. Terowongan ini menghubungkan selatan London dan Kent - Taman Inggris, Denmark ke Swedia, dan Macao ke Cina.
9. Terusan Panama
Terusan Panama sepanjang 48 mil atau 82 kilometer ini dibangun pada 1904-1914. Kanal yang menghubungkan Atlantik dan Pasifik ini membuat waktu tempuh kapal laut lebih cepat karena tidak perlu memutar lewat ujung selatan Amerika Selatan.
10. Burj Khalifa
Khalifa Burj adalah sebuah bangunan di Dubai dengan ketinggian 2.700 kaki. Bangunan ini memiliki sebuah inti yang menjadi pusat dan menopang seluruh bagian gedung.
Pembangunan gedung tersebut memperhitungkan efek primer dan efek sekunder. Efek primer seperti berat atau bobot bahan-bahan dan angin, sementara efek sekunder meliputi perubahan suhu, kelembaban, dan deformasi bawah beban.
Label:
Arkeologi
Ikan-ikan Prasejarah Yang Masih Hidup
Tidak semua ikan yang berasal dari jaman prasejarah itu punah, tapi masih ada juga yang masih hidup dan bisa dilihat sampai sekarang. Hal itu mungkin dipengarhui oleh kemampuan ikan tersebut beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang ekstrem.
Sselain itu juga dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mencari mangsa dan bertahan hidup dari serangan predator lainnya. Nah berikut ini adalah ikan-ikan pra sejarah yang masih hidup sampai sekarang.
Sselain itu juga dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mencari mangsa dan bertahan hidup dari serangan predator lainnya. Nah berikut ini adalah ikan-ikan pra sejarah yang masih hidup sampai sekarang.
1. Hagfish
Menurut catatan fosil, hag telah ada selama lebih dari 300 juta tahun, yang berarti mereka sudah tua ketika dinosaurus mengambil alih dunia!!! Ditemukan di dalam perairan. Binatang ini kadang-kadang disebut belut lendir, tetapi sebenarnya mereka bukan familia belut, dan bahkan mereka mungkin bukan ikan sama sekali.
Menurut beberapa ilmuwan, mereka adalah hewan yang sangat aneh dalam semua hal, mereka memiliki tengkorak tetapi tidak memiliki tulang belakang, dan mereka memiliki dua otak.
Hewan ini hampir buta, mereka makan di malam hari pada bangkai hewan besar (ikan, paus dll) yang jatuh ke dasar laut . Mereka menggunakan lendir mereka yang dapat menghasilkan zat Slimey untuk merusak insang ikan predator; dari situlah, mereka hampir tidak memiliki musuh alami.
2. Lancetfish
Lancetfish atau Ikan pisau (dalam bhs Indonesia) memiliki penampilan jelas "sangat prasejarah", gigi di rahang dan layar di punggungnya yang sangat tajam, mengingatkan kepada beberapa dinosaurus (walaupun, di lancetfish layar ini benar-benar sebuah sirip punggung diperbesar) .
Bahkan nama ilmiahnya terdengar dinosaurian (Alepisaurus ferox). Dengan panjang yang mencapai dua meter (6 '6 "), predator ini dapat ditemukan di semua samudra kecuali di daerah kutub; sangat rakus, mereka memakan ikan kecil dan cumi-cumi, mereka kadang-kadang juga memakan sesama komunitasnya.
3. Arwana
Menurut kelompok kuno Osteoglossids, ikan ini sudah ada pada periode Jurassic. Saat ini, mereka bisa ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia.
Kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan eksotis, arwana adalah predator rakus yang memakan binatang kecil yang dapat mereka tangkap, termasuk burung dan kelelawar yang mereka tangkap dalam penerbangan pertengahan (mereka bisa melompat hingga 2 meter (6 '6 ") ke udara) .
Kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan eksotis, arwana adalah predator rakus yang memakan binatang kecil yang dapat mereka tangkap, termasuk burung dan kelelawar yang mereka tangkap dalam penerbangan pertengahan (mereka bisa melompat hingga 2 meter (6 '6 ") ke udara) .
Di Cina, arwana terkenal sebagai "Ikan Naga" karena penampilan mereka, dan mereka dianggap Pembawa Keberuntungan/Nasib Baik.
4. Frilled Shark
Jarang terlihat dalam keadaan hidup, dan hanya baru-baru ini difilmkan untuk pertama kali, hiu berjumbai ini dapat tumbuh hingga 2 meter (6 '6 ") (dengan betina yang lebih besar dari jantan) dan mereka tinggal di perairan dalam, sebagian besar makanan mereka adalah cumi-cumi.
Mereka tidak berbahaya bagi manusia, dan faktanya mengungkapkan, Hiu ini menghabiskan seluruh hidup mereka tanpa melihat manusia. Hanya saat mati atau sekarat spesimen ini dapat terlihat dan dicatat oleh nelayan atau ilmuwan.
5. Sturgeon
Spesies sturgeon terbesar dapat tumbuh hingga 6 meter (19 '7 ") , sama besar dengan hiu putih, mereka makan binatang kecil dari dasar laut dan tidak menimbulkan bahaya bagi manusia, kecuali diprovokasi (meskipun mereka begitu besar, mereka tidak mengancam manusia, malah diburu dan disakiti, dan bahkan dibunuh oleh orang-orang yg tidak bertanggung jawab!)
6. Arapaima
Mereka adalah kerabat dekat untuk arwana. Arapaima Amazon terkadang dianggap sebagai ikan air tawar terbesar di dunia. Menurut deskripsi awal, mereka bisa tumbuh sampai dengan 4,5 meter (14 '8 ") panjangnya, tetapi saat ini, ikan besar seperti ini jarang ditemukan dan arapaima dewasa rata-rata panjangnya 2 meter (6′ 6″).
Predator yang bergerak lamban ini memangsa ikan-ikan kecil, krustasea dan semua hewan kecil yang bisa masuk ke dalam mulut mereka. Satu yang menarik dari ikan ini adalah bahwa mereka perlu bernafas ke udara, seperti cetacea agar dapat bertahan hidup.
Arapaima tidak menimbulkan bahaya bagi manusia dan mereka sering diburu untuk daging mereka. Sayangnya, mereka sangat langka saat ini. Arapaima yang muncul dalam periode Miosen, memiliki banyak keluarga tua, Osteoglossidae dan karena itu asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke usia dinosaurus.
Predator yang bergerak lamban ini memangsa ikan-ikan kecil, krustasea dan semua hewan kecil yang bisa masuk ke dalam mulut mereka. Satu yang menarik dari ikan ini adalah bahwa mereka perlu bernafas ke udara, seperti cetacea agar dapat bertahan hidup.
Arapaima tidak menimbulkan bahaya bagi manusia dan mereka sering diburu untuk daging mereka. Sayangnya, mereka sangat langka saat ini. Arapaima yang muncul dalam periode Miosen, memiliki banyak keluarga tua, Osteoglossidae dan karena itu asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke usia dinosaurus.
7. Sawfish
Hewan ini adalah korban dari periode Cretaceous, dan dapat ditemukan baik di laut atau di sungai dan anak sungai, dan telah ditemukan hingga 100 km pedalaman.
Dengan panjang hingga 7 meter (23 '), "Gergaji" mereka merupakan senjata dan organ sensorik, ditutupi oleh elektro-sensitif pori-pori yang memungkinkan untuk merasakan mangsa walaupun penglihatan yang amat sulit sekalipun.
Meskipun biasanya baik, ikan hiu todak bisa menjadi sangat berbahaya jika diprovokasi. Berdasarkan sebuah fosil yang luar biasa, kita tahu bahwa raksasa ikan hiu todak prasejarah ini mungkin menjadi makanan pokok untuk dinosaurus karnivora terbesar, Spinosaurus, karena sebagian tulang belakang dari ikan itu ditemukan terjebak di antara gigi dinosaurus itu.
Dengan panjang hingga 7 meter (23 '), "Gergaji" mereka merupakan senjata dan organ sensorik, ditutupi oleh elektro-sensitif pori-pori yang memungkinkan untuk merasakan mangsa walaupun penglihatan yang amat sulit sekalipun.
Meskipun biasanya baik, ikan hiu todak bisa menjadi sangat berbahaya jika diprovokasi. Berdasarkan sebuah fosil yang luar biasa, kita tahu bahwa raksasa ikan hiu todak prasejarah ini mungkin menjadi makanan pokok untuk dinosaurus karnivora terbesar, Spinosaurus, karena sebagian tulang belakang dari ikan itu ditemukan terjebak di antara gigi dinosaurus itu.
8. Alligator Gar
Predator hebat bersisik tebal ini ditemukan di AS selatan, utara dan timur Meksiko, dan menjadi ikan air tawar terbesar di Amerika Utara (meskipun kadang-kadang mengembara ke laut). Mereka dapat tumbuh hingga 4 meter (13 ') panjang dan berat sampai 200 kg (£ 440).
Gars Gator demikianlah mereka dijuluki karena penampilan mereka seperti reptil dengan rahang panjang, bersenjatakan dua baris gigi tajam. Mereka adalah predator rakus yang menyergap langsung dan telah terkenal sebagai Penggigit manusia unggul, tetapi tidak dikonfirmasi catatan yang menyebabkan kematian karena Gars Gator sampai saat ini. Gars adalah salah satu dari ikan tertua yang hidup hari ini, asal mereka dapat ditelusuri kembali ke masa Cretaceous.
Gars Gator demikianlah mereka dijuluki karena penampilan mereka seperti reptil dengan rahang panjang, bersenjatakan dua baris gigi tajam. Mereka adalah predator rakus yang menyergap langsung dan telah terkenal sebagai Penggigit manusia unggul, tetapi tidak dikonfirmasi catatan yang menyebabkan kematian karena Gars Gator sampai saat ini. Gars adalah salah satu dari ikan tertua yang hidup hari ini, asal mereka dapat ditelusuri kembali ke masa Cretaceous.
9. Polypterus Senegalus
Ikan Afrika ini sering disebut belut dinosaurus, karena penampilan mereka yang menyerupai reptil dengan sirip punggung bergerigi, mengingatkan pada beberapa dinosaurus yang pungunggnya berduri. Tetapi mereka tidak termasuk familia belut, mereka adalah anggota Familia bichir.
Mereka sering dijual sebagai hewan peliharaan eksotis, belut dinosaurus ini sering kali keluar dari tangki ikan (Akuarium). Mereka dapat bertahan keluar dari air untuk jangka waktu yang lama selama kulit mereka tetap basah, yang memungkinkan mereka untuk mengembara jauh dari tangki (Akuarium) mereka.
Mereka sering dijual sebagai hewan peliharaan eksotis, belut dinosaurus ini sering kali keluar dari tangki ikan (Akuarium). Mereka dapat bertahan keluar dari air untuk jangka waktu yang lama selama kulit mereka tetap basah, yang memungkinkan mereka untuk mengembara jauh dari tangki (Akuarium) mereka.
10. Coelacanth
Coelacanth adalah yang paling terkenal dari semua "fosil hidup" dan pantas menjadi no. 1 dalam daftar ini, karena ini adalah contoh terbaik dari takson Lazarus, ini adalah hewan yang seharusnya sudah lama punah.
Ikan ini seharusnya telah punah pada periode Cretaceous, bersama dengan dinosaurus, tetapi pada tahun 1938, sebuah spesimen hidup tertangkap di Afrika Selatan. Sejak itu, diteliti lebih banyak spesimen telah dilihat dan difoto, dan spesies Coelacanth kedua bahkan ditemukan di Indonesia pada tahun 1999.
Ikan ini adalah predator besar,dengan panjang mencapai 2 meter (6 '6 "), mereka memakan ikan yang lebih kecil, termasuk hiu kecil, dan biasanya ditemukan di dalam perairan gelap. Meskipun jarang ditangkap dan dikonsumsi karena rasanya yang mengerikan, raja ikan laut ini sangat terancam populasinya.
Ikan ini seharusnya telah punah pada periode Cretaceous, bersama dengan dinosaurus, tetapi pada tahun 1938, sebuah spesimen hidup tertangkap di Afrika Selatan. Sejak itu, diteliti lebih banyak spesimen telah dilihat dan difoto, dan spesies Coelacanth kedua bahkan ditemukan di Indonesia pada tahun 1999.
Ikan ini adalah predator besar,dengan panjang mencapai 2 meter (6 '6 "), mereka memakan ikan yang lebih kecil, termasuk hiu kecil, dan biasanya ditemukan di dalam perairan gelap. Meskipun jarang ditangkap dan dikonsumsi karena rasanya yang mengerikan, raja ikan laut ini sangat terancam populasinya.
source: http://www.unik78.co.cc/2010/05/10-ikan-prasejarah-yang-masih-hidup.html
Label:
Arkeologi
Minggu, 17 Oktober 2010
Menguak Keindahan Bawah Laut Bunaken
Nama Bunaken sudah sangat sering sekali tergaung di dalam kehidupan kita, sejak kita SD, sering sekali guru-guru kita membicarakan keindahan laut di Bunaken. Banyak sekali wisatawan mancanegara yang sangat mendambakan agar dapat berlibur dan menyelam di pulau kecil sebesar 8 km persegi ini.
Pulau yang terletak di barat laut kota Manado ini, memiliki keanekaragaman kehidupan yang sangat besar, karena pulau-pulau ini merupakan tempat dimana plankton-plankton yang merupakan makanan semua mahluk hidup biota laut naik ke permukaan. Karena banyaknya jumlah plankton yang naik ke atas permukaan laut, banyak biota laut yang memilih tempat ini sebagai rumahnya. Snorkler dan diver bisa melihat 70%-80% jenis biota laut yang ada di dunia, tujuh dari delapan spesies dari kerang raksasa dapat di ketemukan di Bunaken.
Di Bunaken, banyak sekali yang dapat dilakukan untuk menikmati keindahan bawah lautnya, mulai dari melihat hanya dari glass bottom boat, snorkeling dan personal favorite, serta cuba diving. Tidak heran jika scuba diving merupakan kegiatan yang paling menyenangkan bagi semua turis. Disini para turis bisa menemui hampir 70-80% ikan dan terumbu karang yang ada di dunia.
Keindahan terumbu karang di Pulau Bunaken juga masih sangat bagus. Mereka tidak mengalami proses pemutihan atau coral bleaching, efek dari badai el-nino sehingga warna dan keindahannya tetap terjaga. Selain faktor alam, kondisi karang Bunaken juga di jaga oleh warga-warga sekitar yang berpatroli tanpa kenal lelah untuk menjaga keutuhan taman laut ini. Mereka menyadari, tanpa karang laut yang sehat maka mereka akan kehilangan mata pencaharian yang baik. Kesuksesan taman laut Bunaken sekarang diikuti oleh semua taman laut yang bermunculan di Indonesia.
Di Bunaken, para turis dapat menemui banyak sekali hal-hal yang jarang sekali dapat di lihat seperti:
Pygmy Seahorse:kuda laut adalah kuda laut yang sangat unik. Ukuran kuda laut ini hanya sebesar jari kuku, dan biasanya berwarna pink menyerupai rumahnya yang di gorgonian sea fan. Kuda laut ini akan selalu menyerupai warna dari rumah kuda laut tersebut untuk menghindari kejaran hewan pemangsa mereka seperti ikan kerapu.
Siput Laut atau yang biasa disebut Nudibranch: Siput laut sangat mudah di ketemukan di Bunaken. Tidak seperti saudaranya yang di darat, siput laut tidak mempunyai cangkang yang keras tapi sangat beragam warnanya, ini dapat juga di ketemukan di Bunaken.
Sebagai tambahan, Bunaken merupakan tempat konservasi alam yang sukses, hal ini menyebabkan banyak sekali kura-kura yang dapat mencapai umur 80 tahun sehingga turis dapat melihat banyak sekali kura-kura sebesar itu disana.
Label:
Arkeologi
7 Keajaiban Dunia Zaman Purba
Tujuh keajaiban yang telah diakui dunia akan tergeser oleh beberpa nominasi dari negara-negara lain yang mengajukan masing-masing daerah (negara) mereka untuk menjadi nominasi atau bahkan menjadi anggota sebagai predikat 7 keajaiban dunia.
Nah sebelum itu juga, kita perlu memperhatikan bagaimana keajaiban dunia yang dulu yang kesemuanya telah hancur terkecuali pyramid khufu,yang masih bertahan.
Tujuh Keajaiban Dunia Purba:
1.Piramid Agung Giza,
2.Taman Tergantung Babylon,
3.Kuil Artemis,
4.Berhala Zeus di Olympia,
5. Makam Maussollos,
6.Patung Raksasa Rhodes
7.Rumah Api Iskandariah
2.Taman Tergantung Babylon,
3.Kuil Artemis,
4.Berhala Zeus di Olympia,
5. Makam Maussollos,
6.Patung Raksasa Rhodes
7.Rumah Api Iskandariah
Piramid Agung Kufu merupakan satu daripada Tujuh Keajaiban Dunia yang tertua dan
yang terakhir masih tinggal. Piramid ini dipercayai dibina sebagai makam untuk Firaun Kufu (nama Greek: Cheops; tempoh pemerintahan: 2606-2583 SM) daripada Wangsa Mesir Keempat. Arkiteknya ialah Hemon, saudara Kufu. Piramid ini siap dibina pada sekitar tahun 2580 SM, setelah menelan masa 20 tahun.
yang terakhir masih tinggal. Piramid ini dipercayai dibina sebagai makam untuk Firaun Kufu (nama Greek: Cheops; tempoh pemerintahan: 2606-2583 SM) daripada Wangsa Mesir Keempat. Arkiteknya ialah Hemon, saudara Kufu. Piramid ini siap dibina pada sekitar tahun 2580 SM, setelah menelan masa 20 tahun.
Taman Tergantung Babylon (juga dikenali sebagai Taman Tergantung Semiramis) dan tembok-tembok Babylon (kini Iraq) telah dipertimbangkan untuk menjadi salah satu daripada Tujuh Keajaiban Dunia. Kedua-duanya telah dibina oleh Raja Nebuchadnezzar II (604-562 BC), cucu kepada Raja Hammurabi yang terkenal, sekitar tahun 600 SM . Taman tergantung Babylon terletak sekitar 50 kilometer selatan Baghdad, Iraq di sebelah tebing timur Sungai Euphrates.
Taman Tergantung sebenarnya tidaklah betul-betul “tergantung” seperti terikat dengan tali. Namanya datang dari terjemahan yang kata Yunani kremastos atau kata Latin pensilis, yang bermaksud bukan hanya “tergantung” tetapi “anjung,” seperti terletak di atas berandah atau suatu teras.
Kuil Artemis (B. Greek: Ἀρτεμίσιον Artemision, B. Latin: Artemisium) merupakan kuil tamadun Yunani Purba yang dibina untuk menyembah tuhan Artemis. Kuil ini dibina pada 550 S.M. di Ephesus yang terletak di negara Turki hari ini. Kuil ini tergolong dalam senarai Tujuh Keajaiban Dunia Purba tetapi telahpun dimusnahkan oleh Herostratus.
Berhala Zeus di Olympia diukir oleh pengukir klasik terkenal iaitu Phidias (Kurun ke-5 Sebelum Masihi) kira-kira 435 SM, di Yunani
“Di tangan kanannya, sebuah bentuk ‘Kemenangan’ yang dibuat daripada gading dan emas. Di tangan kirinya, cogan alamnya yang digenggam dengan keseluruhannya logam, dan seekor helang bertenggek di atasnya. Sandal dewa dibuat daripada emas, begitu jugalah dengan jubahnya.” — Pausianas si orang Yunani (abad ke-2 Selepas Masihi).
Makam Maussollos di Halicarnassus (kini Bodrum, Turki) merupakan sebuah makam besar yang dibina untuk Satrap (Gabernur) wilayah Parsi Curia Maussollos oleh isteri dan adiknya Artemisia II dari Caria. Bangunan makam direka oleh arkitek Yunani purba Satyrus dan Pythius. Tinggi makam ini 45 meter. Di dinding luarnya terdapat ukiran dan seni pahat. Antipater dari Sidon telah memasukkannya dalam senarai Tujuh Keajaiban Dunia.
Makam ini dibina antara tahun 353 dan 350 SM danberdiri selama 1,700 tahun. Bangunan ini akhirnya musnah akibat beberapa gempa bumi pada abad ke-14 dan ke-15.
Patung Raksasa Rhodes merupakan sebuah patung besar yang melambangkan tuhan Yunani purba Helios yang terletak di Rhodes, iaitu sebuah pulau Yunani. Patung ini didirikan oleh Chares dari Lindos antara 292 dan 280 SM dan merupakan salah satu daripada Tujuh Keajaiban Dunia zaman purba. Patung Raksasa Rhodes berdiri setinggi 30 meter dan diperbuat daripada gangsa. Namun, selepas 56 tahun dibina, patung ini musnah akibat gempa bumi pada 226 SM.
Rumah Api Iskandariah ataupun (Pharos Iskandariah) merupakan sebuah rumah api yang dibina pada abad ke-3 SM di pulau Pharos berhampiran dengan kota Iskandariah purba, Mesir purba. Ketinggiannya dianggar melebihi 115 meter dan merupakan antara struktur tertinggi ciptaan manusia selama beratus-ratus tahun. Antipater dari Sidon telah menyenaraikannya dalam senarai Tujuh Keajaiban Dunianya.
source: http://www.riefki.com/tujuh-keajaiban-dunia-pada-masa-purba.aspx
Label:
Arkeologi
Langganan:
Postingan (Atom)
