CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 19 Januari 2012

~*Saudariku.. kuingin meraih surga bersamamu..*~

Bismillah..
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh..

Memakai jilbab, untuk saat ini dan di negara ini, bukanlah berarti sebuah pengilmuan akan agama. Dulu aku pernah beranggapan bahwa seorang yang memakai jilbab adalah orang yang akan berusaha mempertahankan jilbabnya disebabkan proses pemakaian jilbab itu sendiri membutuhkan pergulatan di hati yang membuncah-buncah dan penuh derai air mata. Tapi sayangnya, makin bertambah usiaku, maka berubah pula anggapan itu disebabkan berbagai kenyataan yang kutemui..

Aku baru menyadari ada sebagian wanita yang menggunakan jilbab hanya karena sekedar disuruh atau diwajibkan oleh orang tua, tempat belajar atau tempatnya bekerja. Jika telah keluar dari ‘aturan’ itu, maka lepas pula jilbab yang menutupi kepalanya. Mungkin karena itulah kain-kain itu tidak menutup secara benar di kepala dan dada mereka.


Sebagian lagi, memakai jilbab karena pada saat itu, jilbab terasa pas untuk dipakai dan lebih menimbulkan kesan ‘gaya’ dan kereligiusan agama. Apalagi jika diberi pernak-pernik di sana-sini.

Jilbab yang seharusnya menutup keindahan wanita tersebut malah justru menambah keindahan itu sendiri. Ditambah lagi kesan agamis yang terasa nyaman di hati.

Aku juga pernah berpikir dan bertanya-tanya, bahwa orang-orang memakai cadar dan berjilbab lebar apakah tidak kepanasan dengan seluruh atributnya? Apakah tidak repot jika hendak keluar dimana mereka harus memakai seluruh kain panjang tersebut?

Mulai dari baju, jilbab yang lebar, masih harus ditambah memakai kaus kaki! Ah! Dan di balik jilbab itu, ternyata masih ada jilbab lagi! Dan… apakah mereka bisa melihat dari balik cadar yang menutup matanya?

Untuk yang satu ini, waktu tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan itu. Karena butuh pengetahuan lain yang merasuk ke dalam hati untuk mendapatkan jawabannya. Pengetahuan akan indahnya Islam dengan segala pengaturan yang diberikan oleh Allah..


Pengetahuan akan surga yang begitu indah dan damai dengan segala kenikmatannya. Pengetahuan bahwa surga tidak akan tercium oleh wanita yang mengumbar-umbar aurat di depan khalayak. Pengetahuan bahwa penghuni neraka yang paling banyak adalah wanita. Ternyata kerepotan itu bukanlah kerepotan, melainkan sebuah usaha. Usaha dari seorang wanita muslimah untuk menggapai surga-Nya. Untuk bersanding dengan suaminya ditemani dengan bidadari cantik lainnya.


Panas dari jilbab itu bukanlah rasa panas yang menyesakkan pikiran dan dada. Akan tetapi hanya sepercik penguji jiwa yang dapat meluruhkan dosa-dosa kecil dari seorang insan wanita. Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa setiap kesusahan yang dialami muslim merupakan peluruh bagi dosa-dosanya..


Maka.. hatiku kini pedih.. Ketika kemarin melihat saudariku yang lain, seiring dengan berjalannya waktu, kini telah membuka jilbabnya. Sempat kutanyakan, “Di mana jilbabmu?”


Ia menjawab, “Tidak sempat kupakai.”


Aih.. waktu kutanyakan itu, memang pada saat itu dia sedang sibuk mencari pekerjaan. Sedangkan katanya saat ini banyak perusahaan yang tak menerimanya lantaran dia memakai jilbab.


Tapi hari ini.. kutemukan dia sudah menanggalkan jilbabnya. Bahkan tak tersisa sedikitpun jejak bahwa ia pernah memakai jilbab. Kini ia telah bercelana pendek dengan pakaian yang pendek pula. Sesak rasanya dada ini.

Tetapi belum ada daya dari diriku untuk bertanya lagi tentang sebuah kain yang menutupi kepala dan dadanya. Masih tersisa di benakku, jika seseorang yang menggunakan jilbab melepas jilbabnya.. maka habislah sudah.. karena perenungan dan pergulatan hati itu kini telah dikalahkan oleh hawa nafsu. Perenungan yang pernah mendapatkan kemenangan dengan dikenakannya jilbab itu kini justru bahkan tak mau diingat. Hanya kepada Allah-lah aku mengadu dan memohonkan hidayah itu agar tetap ada bersamaku dan kembali ditunjukkan kepadanya.

Dengarlah saudariku..

Jilbab itu identitas adalah yang bedain wanita muslim dg wanita yang lainnya.
Kalau soal sifat & perilaku mereka tergantung individu masing2.
Kita punya seribu alasan untuk mempertahankan sesuatu, dan juga punya seribu alasan untuk menentang yg tidak kita sukai.

Jadi lebih baik kita tidak usah buat alasan, karena kita menunjukan kalau kita memang tidak minat dan tidak setuju. Padahal kita tau hal itu benar.

Jadi gak usah bicara: "Jilbabin hati kamu dulu deh, baru kamu pake jiLbab!" atau “berjilbab tapi tak baik”, “berjilbab cuma ikut tren”, “berjilbab cuma untuk nutupin keburukan” dan lain-lain.


Yang Jadi POIN ITU :: Jilbab itu sebagai identitas 'Apa agama' dan 'siapa yg dipatuhi perintah-Nya dan dijauhi larangan-Nya'.

Jilbab (dan pakaian muslimah) itu jika di pakai langsung menutup AURAT bukan langsung MERUBAH KITA JADI SUCI !!
Tapi seharusnya jika kita telah berjilbab kita bisa berusaha menjaga kesucian.
Gimana orang percaya kita wanita baik2 jika kita berpakaian wanita jahiliyah? Yang bajunya "open here, open there" Yang bajunya "you can see itu, you can see that!"
Masih mau buat alasan Lagi?
Wah.. kaLau begitu ingat pesan ini nih ::
"Segera Tutup Auratmu Sebelum Auratmu Ditutup dengan Kain Kafan..!!!"

Saudariku.. kuingin meraih surga bersamamu. Maka, saat ini aku hanya bisa berdoa.

Semoga kita bertemu kelak di surga-Nya..
Insya Allah.. aamiin..

0 komentar:

Posting Komentar