CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 19 Januari 2012

"Untuk Sebuah Hati yang Tak Bisa Kujanjikan Apa-Apa"

Malu jika harus bertemu dengannya dalam kondisi seperti ini..
Kondisi yang masih belum banyak berilmu..
Yang mungkin masih banyak mengecewakan dan jauh dari harapan..
Malu akan jauhnya angan dan kenyataan untuknya..

Aku terlalu malu bahkan untuk banyak berharap akan dia yang entah dimana..

Semoga saja bukan kekecewaan yang akan menggelayuti hari2nya ketika ia telah memilih aku..
Sebagai orang pilihan pelengkap tulang rusuknya sehingga kembali menjadi sempurna dan bisa beraktivitas lebih optimal lagi..
Semoga saja bukan tundukan pandangan karena fisikku tidak sesuai dengan bayangannya..
Sungguh,, terlalu menyiksa bahkan hanya untuk mengandai-andaikannya..

Bagaimana jika nanti wajahnya tiba2 berkerut,

Saat diajaknya aku berdiskusi tentang hal yang benar2 belum aku mengerti..
Hal yang benar2 tidak terlintas satu ide pun untuk menjadi komentarku atas pernyataanmu..
Atau mungkin ketika tanpa sadar wajahnya tak lagi sumringah seperti saat pertama ia memilihku menjadi pendampingnya..

Ahh,,, aku terlalu takut untuk itu..

Terlalu malu dan takut untuk menjabarkan kemungkinan2 yang membuat aku tidak sampai hitungan lima jari dari 100 angka tipe2 calon istri idamannya..

Untuk sebuah hati disana..

Semoga kau tau bahwa aku tidak bisa memberimu banyak..
Tidak bisa menjamin sesuatu yang berlebih atau bahkan seperti Khadijah atau Aisyah sang calon istri dambaan kaum Adam..
Aku ingin kamu menjadi pembimbingku..
Bersama menjadikan rumah kita menjadi sedekat mungkin dengan kehangatan rumah Rasulullah,,

Untuk kau yang entah pernah melintaskan sesosok calon yang sangat biasa seperti aku atau tidak..

Kuharap senyum yang bisa aku jaminkan senantiasa menemani hari-hari kita bisa menjadi hal berarti bagi kita..
Semoga ketidaktahuanku menjadikan kita satu simpul tali yang semakin erat dan menguatkan..
Semoga segala hal yang tidak bisa aku janjikan tetap membuatmu menjadikanku pilihan terbaikmu..
Sampai ketemu hingga saat kita mengalaminya bersama..
Kelak saat Allah memberikan restu-Nya..

Keep istiqomah wa hamasah..


~*sadiah nuraini*~

0 komentar:

Posting Komentar