CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 18 Mei 2013

#TulisanPesanan: Berkaca pada Bahagia

image

Selalu ada saat-saat ketika aku berkaca pada bahagia milik orang lain. Yang kurang pada mereka, kusyukuri ada lebih dalam diriku. Yang lebih pada mereka, mengundang banyak tanya; mengapa kiranya aku tak diberi kebahagiaan yang serupa? Sementara aku sudah berusaha sekuat tenaga, terkadang melebihi yang lainnya. 

Begitulah, segala hal bisa saja dilakukan dengan usaha setimbang, namun bukan berarti hasil yang dinanti-nanti akan seimbang. Ada pula yang berusaha lebih sedikit, namun diberi bahagia setinggi bukit. Pun, ada yang berusaha sangat gigih, namun tak mendapat bahagia berlebih. Nyatanya, semua memiliki porsi masing-masing.

Tak bisa berbohong, seringkali aku ingin seperti mereka. Dicinta dengan sempurna. Bertahun-tahun bertahan bersama, meski sekali-duakali pernah tak setia. Pada hubungan mereka, selepas selesai masalah, ikatan justru kian erat. Apakah memang seperti itu cara Tuhan memperkuat sebuah hubungan? Namun mengapa kiranya milikku tak begitu adanya?

Telah kuusahakan mati-matian bertahan. Dan aku tahu, kamu pun berusaha mati-matian, namun sayangnya usahamu untuk meninggalkan. Ibarat perlombaan, kita seperti tarik tambang. Egomu, atau egoku yang kelak menang? Maka tak mungkin hubungan ini akan berjalan seperti seharusnya. Sebab kita seperti lupa bahwa cinta itu untuk sepasang. Jika egomu sudah terlalu sering ingin mengalahkan aku, maka sebuah ‘kita’ tak akan pernah benar untuk bersatu.

Bagaimanapun, memang mencari bahagia tak pernah tahu kata cukup. Maka itu, Tuhan menciptakan rasa syukur. Seperti memberi batas pada keinginan yang selalu berniat membuat segala hal agar lebih sempurna. Dan pada kenyataannya, sempurna tak pernah ada. Apa yang kita lihat lebih baik dari diri kita, selalu Tuhan selipkan kekurangan, meski kita tak begitu mengerti letaknya di mana. 

Kuharap kelak, akan datang saatnya ketika aku berkaca pada bahagia orang lain, dan aku menemukan bayangan yang serupa. Yang berarti bahwa Tuhan telah memberiku rasa syukur yang cukup akan arti sebuah bahagia. Tentang ikatan cinta yang belum berhasil tercipta seperti semestinya, ada banyak doa kuucap untuk lelaki selanjutnya. Semoga Tuhan mempertemukanku dengan titik terakhir, lelaki penggenggam dan pemberi cinta tanpa akhir. Sehingga aku tak perlu lelah bertahan sendirian, sebab aku tahu ia pun akan mempertahankanku. Membuat aku menemu apa artinya sempurna di dalam ketidaksempurnaan. 
  


*ditulis untuk Rose mylovelyheart10. semoga sesuai dengan isi hati. :)
gambar diambil dari http://lovequotesrus.tumblr.com/

 http://abcdefghindrijklmn.tumblr.com/tagged/TulisanPesanan/page/2

0 komentar:

Posting Komentar